
Dalam rangka meningkatkan literasi politik mahasiswa serta menanamkan nilai-nilai demokrasi yang sehat di lingkungan kampus, Institut Agama Islam Hasanuddin Pare menyelenggarakan Seminar Kolaborasi & Kuliah Politik pada tanggal 14–15 November 2025 bertempat di Aula Kampus 2 IAI Hasanuddin Pare. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara KPU Kabupaten Kediri, KPUM, dan Bawaslu-M IAI Hasanuddin Pare.
Seminar ini mengusung tema:
“Menumbuhkan Budaya Demokrasi Mahasiswa Melalui Pendidikan Politik dan Pemilihan Raya”
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian peserta sebagai berikut:
-
Jum’at, 14 November 2025 – Mahasiswa Reguler Semester 1
-
Sabtu, 15 November 2025 – Mahasiswa Ekstensi Semester 1
Adapun acara dimulai pada pukul 13.30 WIB.
Hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan ini, Bapak Nanang Qosim, S.Pd., M.H., selaku Ketua KPU Kabupaten Kediri. Dalam penyampaiannya, beliau memaparkan pentingnya pendidikan politik sejak dini, khususnya bagi mahasiswa sebagai generasi intelektual yang akan menentukan arah demokrasi bangsa di masa depan.
Beliau menekankan bahwa demokrasi tidak hanya terkait pemilu, tetapi juga mengenai budaya berdiskusi, menghargai perbedaan, serta partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagai proses pengambilan keputusan. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami fungsi lembaga penyelenggara pemilu serta pentingnya turut mengambil bagian dalam Pemilihan Raya (Pemira) kampus secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini juga melibatkan KPUM dan Bawaslu-M IAI Hasanuddin Pare yang berperan memberikan edukasi tambahan mengenai tata cara pemilihan internal kampus, mekanisme pengawasan, serta langkah-langkah untuk menciptakan Pemira yang jujur, adil, dan damai.
Kolaborasi antara ketiga lembaga ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terkait sistem demokrasi yang sehat dan profesional.

Kegiatan Seminar Kolaborasi & Kuliah Politik ini mendapatkan respons positif dari seluruh peserta. Mahasiswa terlihat antusias mengikuti pemaparan materi, sesi diskusi, maupun tanya jawab. Selain itu, kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam membentuk karakter politik mahasiswa yang lebih dewasa, kritis, dan berintegritas.

IAI Hasanuddin Pare berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun tradisi demokrasi yang inklusif dan berkarakter di lingkungan kampus. Dengan hadirnya narasumber dari lembaga pemilu resmi, mahasiswa diharapkan semakin memahami perannya sebagai warga negara sekaligus agent of change dalam mengawal keberlangsungan demokrasi Indonesia.