
Pare – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Hasanuddin (IAIH) Pare menyelenggarakan kegiatan Kunjungan Industri Batik dan Wisata Edukasi yang terintegrasi dengan mata kuliah Entrepreneurship. Kegiatan ini mengusung tema:
“Implementasi Entrepreneurship melalui Kunjungan Industri Batik dan Wisata Edukasi untuk Mengembangkan Kreativitas, Inovasi, dan Jiwa Wirausaha Mahasiswa.”
Kegiatan ini dirancang sebagai upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya jiwa kewirausahaan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan teori di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami dan mempraktikkan aktivitas usaha yang berbasis kreativitas, budaya, dan etika bisnis Islami.
Melalui kunjungan ke industri batik, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana sebuah usaha dirintis, dikembangkan, dan dikelola secara profesional. Berbagai aspek bisnis dipelajari secara nyata, mulai dari proses produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, hingga strategi mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah persaingan yang semakin dinamis.
Sebelum mengikuti kegiatan lapangan, mahasiswa telah mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai konsep dasar kewirausahaan dalam perkuliahan Entrepreneurship, seperti karakter entrepreneur, identifikasi peluang usaha, inovasi produk, manajemen bisnis, serta prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis dalam perspektif Islam. Oleh karena itu, kunjungan industri ini menjadi sarana yang efektif untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di dunia usaha.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah praktik membatik secara langsung. Dalam sesi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan penjelasan dari pelaku usaha, tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan batik mulai dari tahap awal hingga menghasilkan motif yang memiliki nilai seni dan ekonomi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses penciptaan produk kreatif yang membutuhkan ketekunan, kreativitas, kesabaran, dan komitmen terhadap kualitas.
Nilai-nilai yang dipelajari selama proses membatik memiliki keterkaitan erat dengan ajaran Islam. Mahasiswa diajak memahami pentingnya etos kerja, profesionalisme (itqan), kejujuran (shiddiq), amanah, dan tanggung jawab sebagai landasan utama dalam menjalankan sebuah usaha. Dengan demikian, kewirausahaan tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi semata, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, pengalaman ini memiliki relevansi yang sangat penting dengan kompetensi lulusan. Seorang sarjana PAI tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik agama, tetapi juga diharapkan memiliki kemampuan berwirausaha serta mampu menjadi agen pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana potensi budaya lokal seperti batik dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan kewirausahaan berbasis pesantren, maupun berbagai usaha kreatif yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan prinsip ekonomi Islam dalam dunia usaha, seperti kejujuran dalam transaksi, menjaga kualitas produk, kerja keras, serta tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan kunjungan industri batik dan wisata edukasi ini menjadi salah satu wujud komitmen Program Studi Pendidikan Agama Islam IAI Hasanuddin Pare dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui integrasi antara teori, praktik, dan nilai-nilai keislaman, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk lulusan yang memiliki kompetensi akademik yang kuat, jiwa entrepreneur yang tangguh, serta kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, IAI Hasanuddin Pare terus berupaya menghasilkan generasi intelektual Muslim yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan agama, tetapi juga mampu menjadi pelaku perubahan dan penggerak ekonomi umat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.