
Pare – Institut Agama Islam Hasanuddin (IAIH) Pare terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui partisipasi aktif pada berbagai forum akademik dan penjaminan mutu. Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi, IAI Hasanuddin Pare diwakili oleh Bapak Muhammad Adib Hamzawi, M.H.I. selaku Wakil Rektor 1 sebagai perwakilan institusi untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Budaya Mutu berdasarkan Instrumen APT 4.1 dan APS 5.1 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada:
- Hari/Tanggal: Rabu, 22 Juli 2026
- Pukul: 12.30 WIB
- Tempat: Aula Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Syekh Wasil Kediri
- Tema: Penguatan Budaya Mutu berdasarkan Instrumen APT 4.1 dan APS 5.1
- Narasumber: Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., Anggota Dewan Eksekutif BAN-PT.
Forum ini diselenggarakan sebagai wadah diskusi bagi perguruan tinggi dalam memperkuat implementasi budaya mutu sesuai dengan perkembangan kebijakan akreditasi terbaru, khususnya melalui penerapan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 4.1 dan Instrumen Akreditasi Program Studi (APS) 5.1. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi membangun sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan, peningkatan tata kelola perguruan tinggi, serta implementasi indikator-indikator mutu yang menjadi fokus dalam proses akreditasi.
Kehadiran Bapak Muhammad Adib Hamzawi, M.H.I. mewakili IAI Hasanuddin Pare merupakan bagian dari upaya institusi untuk terus memperkuat kapasitas akademik dan tata kelola perguruan tinggi yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem penjaminan mutu di lingkungan IAI Hasanuddin Pare.
Rektor IAI Hasanuddin Pare, Bapak Dr. Ali Muchasan, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas partisipasi institusi dalam forum tersebut. Menurutnya, peningkatan budaya mutu merupakan fondasi utama dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
“Partisipasi dalam forum seperti ini menjadi bagian dari komitmen IAI Hasanuddin Pare untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan sistem penjaminan mutu sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas akademik, tata kelola, serta pelayanan kepada seluruh sivitas akademika.”
Melalui keikutsertaan dalam Focus Group Discussion Penguatan Budaya Mutu berdasarkan Instrumen APT 4.1 dan APS 5.1, IAI Hasanuddin Pare semakin menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya mutu yang berkesinambungan. Sinergi dengan berbagai perguruan tinggi serta lembaga penjaminan mutu diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas institusi, sehingga IAI Hasanuddin Pare dapat terus memberikan layanan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan memenuhi standar nasional maupun internasional.